Cerita kehidupan dari seorang ummi Fivi yang dibagikan khusus untuk anak-anaknya
Cinta Manusia
Selasa, 03 November 2015
Anak Pertama Kami yang Sangat Spesial
Assalamu'alaikum wr wb anakku sayang,
Dalam artikel ini, Ummi ingin curhat khusus tentang mas Ali.
Mas Ali adalah anak pertama kami. Karena ketidaktahuan dan kepasrahan orang tua muda, mas Ali lahir dalam proses cesar, meskipun belum ada tanda2 kelahiran.
Dalam pertumbuhannya, mas Ali tidak melalui fase merangkak dan merambat seperti anak pada umumnya. Fase yang dilalui adalah gerakan merayap seperti pak tentara yang sedang latihan perang :), lalu langsung jalan.
Gigi pertama tumbuh pada usia 13 bulan, ketika pada umumnya "seharusnya" usia 7 ato 8 bulan sudah tumbuh gigi. Usia 2 tahun sukses disapih dengan metode "kuno", karena ketidaktahuan ummi (maaf ya mas Ali..).
Mas Ali mulai dimasukkan PAUD sejak usia 2,5 tahun, lalu mulai mogok sekolah dan memutuskan keluar dari sekolah sejak usia 4 tahun atau ketika ummi Fivi hamil tua anak kedua (de Husain).
Kemudian di usia ke 5 tahun, mas Ali didaftarkan di sekolah baru namanya Smart Inspiration. Sekolahnya hanya 1 tahun, karena sekolahnya tutup. Lumayan betah sebenarnya, tapi ya apa boleh buat :(
Tahun ajaran baru, mas Ali didaftarkan di PAUD IT Kota Wali. Hanya bertahan 2 bulan, mulai mogok sekolah dan akhirnya kami putuskan untuk keluar sekolah.
Sebenarnya ummi memang berencana HS untuk mas Ali dan de Husain. Untuk mas Ali rencananya mulai murni HS ketika masuk usia SD atau 7 tahun. Tapi karena situasinya di luar rencana, akhirnya HS dimulai lebih awal. Eyangnya yang belum bisa menerima sepenuhnya tentang HS. Takutnya tidak bisa bersosialisasi. Akhirnya eyangnya berusaha memasukkan mas Ali ke TK Wiku. Ketika artikel ini ummi buat, mas Ali baru masuk 1 hari. Kita tunggu saja perkembangannya yaa..
Mas Ali mulai tidak ngompol ketika usianya 4,5 tahun. Mulai tidur sendiri ketika de Husain lahir. Mas Ali di usianya yang ke 6 tahun sudah pandai mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, membuang sampah, menyapu, ngepel, mencuci 1 baju/1 celana, mengambil dan membalikkan bajunya de Husain, memotong sosis dan bakso, membersihkan kaca.
Hobi mas Ali adalah melihat youtube di laptop/hp dan melihat TV. Tontonan youtube bermacam macam seperti fim kartun Upin Ipin, Paw Patrol; video tentang traktor/truk; tentang binatang seperti nyamuk/hiu/apa aja yg ingin dilihatnya. Acara TV yang dilihatnya adalah film kartun. Hobi mas Ali ini tidak serta merta bisa dilakukan secara gratis. Ummi dan abi memberlakukan sistem bintang. Apabila sudah mendapatkan 3 bintang, mas Ali bisa memilih hadiahnya yaitu melihat youtube di laptop/hp atau melihat TV atau beli jajan. Untuk mendapatkan 3 bintang, mas Ali harus mengerjakan 3 hal yang masuk dalam kategori syarat bintang, seperti melakukan pekerjaan rumah, membuat kreasi mainan lego, menulis angka 1 sd 20 di whiteboard dan masuk les robotik. Karena itulah mas Ali jadi terampil melakukan pekerjaan rumah :)
Tujuan utama ummi dan abi memberlakukan sistem bintang adalah supaya mas Ali terbiasa melakukan suatu pekerjaan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya/imbalannya. Kami tidak ingin membiasakan anak anak mendapatkan sesuatu serba gratis. Kalo ingin mendapatkan sesuatu ya kerja dulu dong..
Mas Ali termasuk anak yang memiliki kecerdasan berbahasa. Apabila marah, dia tidak melakukan tantrum tetapi berkata hal2 yang negatif dan terkadang menyakiti hati ummi :( Semakin besar, semakin banyak perbendaharaan kata2nya, semakin negatif kata2 yang dikeluarkan apabila sedang marah. Saat ini ummi menulis artikel dalam keadaan marah karena kata2 mas Ali yang dikeluarkan waktu marah tadi sore. Kalo ummi bukan ortu yang punya prinsip tidak akan memukul anak, mungkin akan sering memukul mulut mas Ali apabila sedang berkata hal2 yang negatif. Rasanya marah dan gemas sebenarnya. Hal yang ummi lakukan waktu marah adalah menjauh dari mas Ali dengan diam dan tidak mau berkomunikasi. Secara fisik dekat tetapi ummi tidak mau berkomunikasi. Terkadang ummi merasa kurang sabar menghadapi mas Ali dan sering melakukan aksi diam apabila sedang marah. Ummi tidak tahu apakah perbuatan ummi ini bagus untuk psikologis mas Ali atau tidak. Aksi diam yang dilakukan ummi adalah sebagai bentuk manifestasi ummi yang tidak mau memukul anak. Ummi tidak bisa sesabar abi yang bisa melupakan begitu saja.
Perbuatan mas Ali yang sering membuat ummi marah adalah seringnya mas Ali mengganggu de Husain sampai menangis, tidak mau berbagi dengan de Husain dan terkadang menyakiti de Husain secara fisik. Juga di usianya yang ke 6 sekarang ini, mas Ali mulai belajar menolak perintah ortunya. Menghadapi kelakuan ini, ummi berusaha sabar dengan melakukan negosiasi tingkat tinggi. Karena ummi juga sadar bahwa terkadang anak bukannya tidak mau melakukan perintah ortunya, dia hanya tidak mau melakukan pada saat itu juga, mau melakukan tapi nanti. Kapan? ya nanti. Makanya ummi dan abi melakukan negosiasi dengan memberikan pilihan, dihitung sampe berapa? Maksudnya mas Ali mau melakukan perintah ortunya setelah hitungan ke berapa? Awalnya sampe hitungan 20, 30, 40, 50 kemudian baru2 ini mulai lebih lama dengan hitungan ke 90 :)
Mas Ali adalah anak kami yang memiliki banyak keistimewaan karena mas Ali adalah amanah yang dititipkan Alloh. Mas Ali dengan segala kelebihan dan kekurangannya harus kami terima dengan lapang dada dan ikhlas. Kami sebagai ortu harus selalu banyak belajar tentang parenting, stok kesabaran sebanyak2nya dan meningkatkan kondisi ruhiyah setiap hari. Kami memiliki harapan yang besar untuk mas Ali tetapi di atas segalanya, kami ingin mas Ali menjalani kehidupannya dengan bahagia. Kami ingin mas Ali menjadi orang yg sholeh, sukses dunia akherat, menjalani kehidupannya sesuai tuntunan Islam yang kaffah, memiliki profesi yang menyenangkan dan memberikan penghasilan yang menyenangkan juga, bermanfaat bagi ummat, dan menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Kami mencintaimu mas Ali :)
Demak, 4 November 2015
Rabu, 14 Oktober 2015
Bagaimana Cara Melindungi Orang yang Kita Cintai?
Assalamu'alaikum wr wb anakku sayang,
Seperti yang kalian ketahui, ummi Fivi sering menonton drama Korea (drakor). Pada tahun 2015 sekarang, drakor sangat booming. Mulai dari remaja ABG sampe ibu ibu macam ummi, bahkan ada juga bapak bapak yang gemar nonton drakor. Jujur saja, ummi termasuk yang "tidak menolak" apabila ditawarkan drakor yang berkualitas bagus. Berkualitas bagus dalam artian, pemerannya terkenal (setidaknya ummi tahu:) ), ceritanya yang unik dan tidak asal romantis/bukan cerita tentang cinta yang lebay, dan biasanya ummi suka yang ada warna komedinya.
Faktor utama yang ummi sukai dari drakor adalah ceritanya yang bagus, aktingnya yang natural, dan tentu saja wajah pemerannya yang menyegarkan mata:). Negara Korea merupakan negara yang cenderung liberal dan menganut pergaulan bebas. Hidup bersama pasanga yang belum menikah sudah dianggap wajar disana, terutama di ibukotanya di Seoul. Ummi bukan ingin membicarakan masalah pergaulan bebas disana, bukan sama sekali. Zina hukumannya rajam di Islam, dan sangat dilarang perilaku yang mendekati zina, ummi tidak akan meridhoi perilaku demikian, ingat ya!!!
Yang ingin ummi bicarakan disini adalah, hikmah yang bisa diambil dalam drakor. Selain perilaku operasi plastik yang dianggap wajar di Korea dan pergaulan bebas, sebenarnya banyak hal positif yang bisa diambil. Ketika kita bisa menemukan sebutir permata dimanapun tempatnya, bahkan di kubangan lumpur sekalipun, permata tetap dinilai mahal dan layak jual.
Di dalam hampir semua drakor yang ummi ikuti, temanya tidak jauh jauh tentang cinta manusia. Bagaimana perjuangan yang dilakukan untuk mendapatkan cintanya. Dan perjuangannya juga macem2, ada yg mencintai secara diam2 dan berjuang tanpa terliat oleh gebetannya, ada yang mencintai secara diam2 lalu tetap diam dan gebetannya yang lama2 mencintai dia, dll. Dan hampir bisa ditebak, endingnya si pemeran utama cewek bisa saling mencintai dengan pemeran utama cowoknya. Yang ummi garis bawahi dalam perjuangan cinta pemeran utama adalah istilah "melindungi orang yang dicintai"
Melindungi orang yang dicintai adalah dengan cara melakukan APA SAJA agar orang yang dicintainya bahagia. Bahkan ketika jalannya harus berpisah atau merelakan kekayaannya atau bertengkar dengan ortunya atau bahkan rela mati. Disini ummi mencoba meliat dari sudut pandang lain. Cerita drakor adalah tentang cinta manusia, cinta antara manusia. Yang sedemikian besar perjuangannya, bahkan rela mati. Padahal orang yang dicintainya adalah manusia biasa, yang cintanya amat sangat terbatas. Bisa terbatas fisik, usia, status kekayaan, bahkan kematian sekalipun. Cinta pada manusia saja bisa seperti itu lalu bagaimana cintanya pada Alloh Yang Maha Esa? Alloh yang menciptakannya, memberinya orang tua yang menyayanginya, tubuh dan fisik yang sempurna, rejeki/karunia yang melimpah. Ketika dia berdoa, Alloh pasti mengabulkannya. Alloh menyediakan planet bumi yang nyaman dan semua tersedia. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?
Wahai anak2ku, cintailah Alloh di atas segalanya. Bahkan di atas cintamu pada kedua orangtuamu. Cintailah segala sesuatu karena cintamu pada Alloh.
Cintailah orang tuamu karena cintamu pada Alloh, karena Alloh yang memerintahkannya.
Cintailah keluargamu karena cintamu pada Alloh, karena Alloh yang memerintahkannya.
Cintailah manusia (termasuk lawan jenis) karena cintamu pada Alloh, karena Alloh yang memerintahkannya (mencintai lawan jenis dengan jalan menikah).
Cintailah profesimu karena cintamu pada Alloh, karena Alloh memerintahkan manusia untuk bertebaran di muka bumi dalam mencari nafkah, bertindak amanah/profesional dan memberikan manfaat untuk ummat.
Cintailah hartamu karena cintamu pada Alloh, karena Alloh menyukai tangan yang di atas dan sedekah yang kamu berikan akan dibalas Alloh minimal 70x lipat dengan bentuk apapun balasannya.
Itulah yang seharusnya dilakukan setiap manusia, khususnya untuk kalian wahai anak2ku.. Tidak ada cinta yang abadi kecuali cintamu pada Alloh. Ketika kamu merasakan cinta pada lawan jenis, ingin memiliki dan melindunginya, segera bicarakan dengan kami orang tuamu. Jangan dipendam, jangan melakukan sesuatu yang dibenci Alloh. Alloh tidak mengharamkan cinta pada lawan jenis, karena ada aturan yang sudah ditetapkan oleh Alloh. Cinta adalah karunia yang diberikan Alloh pada manusia, agar bumi ini menjadi tempat yang damai karena manusianya saling mencintai dan melindungi. Tidak hanya terbatas cinta pada lawan jenis, masih banyak bentuk cinta yang diberikan Alloh pada manusia. Di atas semua cinta yang kau rasakan, selalu utamakan cintamu pada Alloh Sang Maha Pencinta.
Demak, 14 Oktober 2015
Langganan:
Komentar (Atom)




